kuatkan aku

Senin, 18 Juli 2011

ku mengeluh karena ku lumpuh,,
terkalahkan oleh gejolak yg selalu menarik,,
kalah kah diriku dg eja'an-eja'an teka-teki itu,,
berjalan menyusuri kelengkapan rintih,,

ku ingin berteriak dalam benak,,
ku ingin menang dalam pekat,,
ku ingin mengeksekusi yg terlekat,,

kuatkan aku dalam perjalanan bersama ilmu ini Ya Rabb

dinginya sikap

menggigil menatap sikap,,
memerankan sesuatau yang penat,,
tamparan hikmah yang tak didapat,,
menggambarkan hari yg tepat

terlarut dlm simbol..
hanya menganggap sesuatu yg muncul..
melebur bersama kepikunan,,
masih terdiam dalam lamunan,,

apakah kegalauan yg terasa

selintas bercanda dan tertawa,,
mengisi perjalanan pertanyaan..
tak nampak sebagai perubahan,,
pemikiran terlampiaskan dg kekotoran,,

sahut-sahutan kata,,
teman diri tanpa tergores makna,,
mendung meneduhkan sinar cahaya,,
bermuatan kilat-kilat yg siap menyambar,,

apakah kegalauan yg terasa,,

Tarian Kepala

masih terikat pada rintihan malam,,
dingin, bising dan tak erat genggaman,,

tarian kepala seakan enggan berhenti,,
menemani hari-hari yang jangan sampai mengikat janji,,
lamunan pada sosok yang jangan sampai terjadi,,
agar semua tak menanggung kerasnya aliran ini,,

redalah untuk memperkuat langkah,,
redalah agar semua tampak indah,,
redalah agar ku dapat menjernihkan hikmah,,

Terima kasih atas kasih sayang Mu setiap waktu,,


singgasanaku

Rabu, 13 Juli 2011

Dalam dunia tanpa bayang,,
betapa sulit mencari terang,,

mengurai titik-titik bertebaran,,
rangkaian ilmu bak membeku,,
terhapusnya jejak - jejak kaki,,
semilir bagi keterpurukan hari

singgasana yang tak mampu dipertahankan,,
menapilkan kebijakan-kebijakan semu..
tarian aliran air keruh untuk esok,,

kapan,, kapan,, dan kapan,
ku mampu merenggut singgasana ku,,,,

penyakit itu

penyait yang diderita,,
semerbak mengharumkan jalan menurun setapak,,
hanya sedekat itu kekalahan pagi,,
sesak dalam celah udara tanpa pemerhati,...

ingatkah ketika kerutan wajah memerah,,
sendau gurau yang tak pernah diharap,,
membarengi langkah yang salalu menyayat,,

aku kalahhhhhhhhhh................​.................

tahtaku

singgasana itu
tak mampu ku merebut tahta ku,,
pemberontakan yang tak pernah membantu,,
selalu terkalahkan dalam lemah genggaman
menampilkan dendam yang semakin berkecamuk,,

kembalikan tahta ku,,!!!!

bebas???

bebas dalam langkah..
mengarungi hamparan yang hijau..
terpaut sindiran-sindiran kasih sayang,,

lamabian kasih sayang,,,???
begitu remuk dalam ego
kepala serasa berat,,
menunggu eksekusi yang tak pernah beranjak,,,

????

titik-titik menusuk kesepian,,
walau datang sebagai pelampiasan,,
ringkih hatipun muncul dipermukaan,,
hanya sesaat bercanda dan bertengkar

luasnya alam seakan bernaung dalam kepala...
sulit terbebas dalam kedangkalan kata,,,
pupuk yang tak merata,,
terik yang semakin membuat gersang,,,

senja yang dirindukan,,,
semoga tak merasakan kepakatan,,

mimpi yang ta pantas

tak layak bagi kebekuan akal,,
memimpi untuk bersanding dalam kedudukan,,
sungguh sulit terjerembab pada titah yang tak terlihat,,
membutakan untuk pendapat,,

kuatkan untuk lurus pd taburan kepikunan,,,!!
dan hentikan pertempuran hati dan pikiran....!!

mengapa masih?

aliran kata seakan tak beranjak,,
canda tawa tetap pada logatnya
dalam kehangatan selimut
penat dalam tak berdaya,,

memalingkan muka dari jalan,,
kenyang akan aroma tak nyaman,,
remuk dalam benak,,
masih bergumam pada "kebijakan yang semu"

teka-teki

mengimbangi teka-teki keburukan,,
menampilkan kerumunan harapan,,
hanya sepenggal bagi jiwa-jiwa yang terbuang
dalam menikmati jalan yg tak tau berujung,,

simak pengetahuan yang tak terlihat,,
memutuskan untuk melamun sejenak,,
menemani waktu yang terbelalak,,
menanti kehampaan dalam ledakan,,

malam

simfoni yang indah dalam desiran malam,,
menunjukan ketenangan,,
hati yang kelam karena perjanjian,,,
membungkus kesal dalam nikmat'y kasih sayang,,

ranjau bak tertabarak kaki,,
bummmm,,, menggetarkan dan memnghambat,,
tak layak sebagai penikmat,,
masih membunuh waktu dg kerabat,,,

kabut

kabut yang menutup cahaya,,
memalingkan seberkas ilmu dari Nya,,
tak nampak tapi itu terlihat,,
akankah semua jadi penghambat,,,

terlalu buruk kata tuk jadi pengikat,,
dalam lelap dekap sang penjilat,,
membentengi aliran manfaat,,
cahaya itupun masih tersirat,,

maaf ketika ku menghadap

menghadap dengan mabuk,,
membuat tak merasakan nikmat,,
kapan suara derit pintu terbuka,,,
mengilhami langkah dg menghadap,,

tak nampak kekompakan janji,,
yg ada napak tilas semakin menjadi,,
layakah semua sebagai jalan,,
dan
kapan mengobrak-abrik singgasana keburukan,,,

??

menyimak butir-butir kasih sayang,,
sengaja ditebar yg merupakan hakekat tuk meleburkan kepenatan,,
dalam dunia kepemimpinan,,
memegang teguh tuk selalu berusaha berkuasa dalam tampuk peperangan,,

mampukah,, sudikah,, dan kembalikah,,???

hempas

seklumit mata terhempas,,
dalam benak kebebasan yg belum tegas,,
kumenarik harapan dengan tuas,,
sesosok cerita yg terbuat oleh besarNya kuas,,,

dalam tarikan napas
sedikit menentramkan kekosongan rongga,,
membaur dg kata-kata yg tak bermakna,,
menegaskan bahwa semua telah terhempas...