riang itu menusuk dalam kalbu,,
hingga diri ini teronggok bagai babu..
menyaksikan Riang yang tak pernah sayu,,
sungguh merupakan untaian waktu,,
aq bertemu dengan mu,
dan merupaka syukur bagiku,,
andai rindu,
terbalas dg riang yg indah itu,,
(............)
mungkin
malaikat kan menuliskanku,,
"air itu akan jd nila untukmu"
wahhh betapa hancur dadaku,,
by. Tarian lentik jari sang perasa.
