memoles nasib dibawah sepatu pejabat,,
ragam keringat bercampur debu tercoreng dimuka,,
berpaut sulit kemampuan mencengkram tembok besar,,
lama pula bermimpi tuk terbang,,
kini mimpi itu mulai dirintis,,
dengan keraguan yang berusaha ditepis,,
bersiap membuang apatis,,
berekspresi membuang egois...
Tujuan yg baru direka-reka,,
memang tak terlihat nyata,,
tapi cukup memeras air mata,,
beradu dengan debar jantung, menunggu giliran tiba,,
akankah itu nyata,,,
mari kita lihat tanggal mainya,,, MERDEKA!!!!!!!!!!!
