hidangan hari yang merdu,,
berimbang dengan suara-suara menyeka kalbu,,
rentetan penat gejolak waktu,
tampak ringkas kehidupan ditrawang,,
diam dan berdendang,,
menari diatas aspal yang panas,,
tanpa alas dan kerikil-kerikil kecil yang ganas,
usang sudah kalender terpampang,
kisah Laila-Majnun tak kunjung datang,,
kian larut malam memisahkan kerajaan ilalang,,
hiruk pikuk otak berkliaran,,,
tak mampu pelupuk mata terhujam,,
n merintis langkah bersama k'tegasan belum erat tergenggam,,
tak cuma bermimpi mendaki dengan erat cengkraman,,,
suara jarum jam siap meluncur dan menghujam,,, :(
