jari mengapa kau enggan menari,,
tak adakah susana hati menemani,,
dalam kebimbangan berjalan,,
tertatih-tatih sempoyongan,,
otak serasa tak berkumandang,,,
membikai kata tuk enak dipandang,,
gurata-guratan melenakan dada,,
membentur ubin dari ketinggian,,
mengapa dapat terulang,,
adanya sisa yang mendalam,,,
celoteh ku,,,
