janji yg tak sengaja tersemat,,
terasa amat berat,,
bahkan melangkahpun tak kuat,,
apa yang harus di perbuat...
kenapa samapai terucap,,
apakah otak tak pernah merujuk pada Al-Kitab,,
jebak oleh yang selalu melekat,,
kanan,kiri,depan dan belakang berusaha melumat,,
tak adakah pembebas,,
agar hari-hari selalu tuntas,,
bahkan kuburpun tak akan bisa melepas,,
yg ada harap dalam sisa-sisa nafas,,
maaf atas janji itu,,,
